loading...
loading...

Petani Pahlawan Pangan Masa Pandemi Covid-19, FAO: Hargai Produsen Pangan

Petani Pahlawan Pangan Masa Pandemi Covid-19, FAO: Hargai Produsen Pangan



BlogKalsel.com - Semakin luasnya penyebaran Covid-19 tentu sangat meresahkan seluruh dunia, juga bagi Indonesia. Virus ini tidak hanya menyerang kesehatan warga tetapi juga menyerang ekonomi. Pemerintah terus menghentikan penyebaran demi kesehatan dan keselamatan bersama serta secara positif menemukan solusi yang tepat untuk memengaruhi beragam dampak yang akan terjadi dari penyebaran virus.

Subsektor pertanian juga terkena dampaknya, terutama pasokan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Kementerian Pertanian (Kementan) hadir untuk mengalahkan dampak Covid-19, terutama pada faktor-faktor produksi atau ketersediaan pangan dari komoditas pertanian termasuk tanaman perkebunan.

BACA JUGA :
Program Digitalisasi SPBU Automatic Tank Gauge (ATG) oleh Pertamina
Mulai hari ini, Penghapusan Denda Pajak Kendaraan di Kalsel

Petani dan pekebun adalah pahlawan pangan yang masih berjuang untuk memasok atau memelihara perkebunan mereka, selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, berkontribusi untuk kebutuhan pertanian termasuk kebutuhan komoditas perkebunan Indonesia. bahkan kesehatan petani juga sangat dipertimbangkan oleh Kementerian Pertanian, mendesak agar petani tetap menjaga kesehatan dalam menyelesaikan kegiatan berkebun sehari-hari, sambil tetap mendengarkan SOP kesehatan dan kebersihan baik kesehatan tubuh dan oleh karena itu kualitas standar tanaman.

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mendesak masyarakat umum bahwa dalam pandemi Covid-19 membeli makanan dari usaha kecil, menghormati petani, nelayan dan peternak yang memproduksi makanan, berbelanja dengan bijak, dan makan makanan sehat.

Stephen Rudgard, perwakilan FAO di Indonesia, mengatakan bahwa sudah waktunya bagi seluruh komunitas dan elemen masyarakat untuk khawatir satu sama lain dan saling menjaga.

“Sudah saatnya bagi kita untuk memperhatikan satu sama lain dan menghargai mereka yang berada di garis depan dalam pandemi ini. Mereka yang memproduksi pangan untuk kita makan setiap hari di masa yang sulit ini,” Kamis (30/4/2020).

Stephen mengatakan, ada delapan himbauan dari FAO untuk masyarakat Indonesia di tengah-tengah pandemi.

BACA JUGA :
Iuran Peserta BPJS Kembali ke Tarif yang Lama Per 1 Mei 2020
Mendes PDTT : Syarat Utama Warga Berhak Terima BLT Dana Desa

Pertama, FAO mengajak orang untuk mengingat kembali para pahlawan pangan selama pandemi, seperti petani kecil, nelayan, peternak, supir truk, dan pedagang di pasar atau supermarket yang menyiapkan bahan makanan untuk masyarakat.

Kedua, mengajak orang untuk berbelanja makanan dari usaha kecil untuk mendukung mata pencaharian mereka di masa-masa sulit ini.

“Ketiga, Ketika Anda membeli makanan dari pasar atau supermarket, pakailah masker, cobalah untuk memastikan jarak fisik yang aman, dan jaga kebersihan tangan Anda,” katanya.

Keempat, lanjutnya, mengajak orang untuk berbelanja dengan bijak. Seperti tidak membeli terlalu banyak pangan segar seperti buah-buahan, sayuran, ikan, daging sapi dan ayam karena dapat menyebabkan makanan menjadi rusak dan terbuang.

“Selain itu juga ini akan meningkatkan sampah pangan dan menghabiskan uang Anda,” lanjutnya.

Kelima, tidak perlu menimbun makanan karena Covid-19 tidak secara langsung mempengaruhi produksi makanan.

Keenam, konsumsi makanan yang bergizi, beragam, seimbang, dan aman untuk Anda dan keluarga dan ketujuh jangan lupa mencuci tangan Anda sebelum dan sesudah memegang makanan.

“Terakhir, sesekali bagikan makanan Anda, atau dukung bank makanan, kelompok masyarakat, atau badan amal yang menyediakan makanan gratis bagi orang-orang yang rentan, sebisa Anda. Kedermawanan Anda sangat penting selama krisis ini,” sebutnya.

Sampai saat ini FAO tetap akan terus bekerja dengan pemerintah untuk memberikan saran dan dukungan terhadap langkah-langkah untuk mengurangi dampak Covid-19 pada sistem pangan Indonesia berkelanjutan dan ketahanan yang tangguh, termasuk menilai dan menganalisis perubahan kebijakan.

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Blog Kalsel. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget