loading...
loading...

Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan Karena Meninggal Dunia Beserta Dokumen Persyaratan

Di bawah ini akan diterangkan cara menonaktifkan BPJS Kesehatan karena yang bersangkutan telah meninggal dunia Beserta Dokumen Persyaratan yang akan di bawa nantinya ke kantor BPJS Kesehatan terdekat sesuai domisili.

Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan Karena Meninggal Dunia Beserta Dokumen Persyaratan


Blogkalsel.com - Pada 1 Mei 2020, kembali dilakukan penyesuaian tarif iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) atau peserta mandiri. Di bawah ini akan diterangkan cara menonaktifkan BPJS Kesehatan karena yang bersangkutan telah meninggal dunia Beserta Dokumen Persyaratan yang akan di bawa nantinya ke kantor BPJS Kesehatan terdekat sesuai domisili.

Dengan mengacu pada Peraturan Presiden 82 tahun 2018, yaitu sebesar Rp 80 ribu untuk kelas 1, Rp 51 ribu untuk kelas 2 dan Rp 25.500 untuk kelas 3.

Dikutip dari laman BPJS Kesehatan, setiap warga negara wajib memiliki BPJS Kesehatan, meskipun yang bersangkutan sudah memiliki jaminan kesehatan lain. Tak boleh warga negara Indonesia tidak memiliki BPJS Kesehatan.

BACA JUGA :
Kunci Sukses Melawan Pandemi Covid-19 Yaitu Utamakan Kedisiplinan
Beredarnya Isu Izinkan Transportasi Beroperasi Ke Luar Daerah di Tengah Larangan Mudik, Berikut Penjelasannya

Lantaran sifatnya yang wajib dan mengikat, seorang WNI hanya bisa berhenti menjadi peserta BPJS Kesehatan ketika yang bersangkutan meninggal dunia.

Meski demikian, ada prosedur yang perlu dilakukan pihak keluarga yang bersangkutan. Pertama, perlu melapor terlebih dahulu ke kantor BPJS terdekat atau sesuai domisili.

Pelaporan ini berfungsi untuk memperbaharui status keanggotaan BPJS secara otomatis. Ketika sudah tidak lagi terdaftar, artinya kewajiban untuk membayar iuran BPJS sudah tidak lagi.

Bagaimana apabila jika tidak melapor? Keluarga yang ditinggalkan tidak memperbaharui status keanggotaan, maka pihak BPJS akan menganggap peserta yang meninggal dunia tersebut tidak membayar.


Dokumen Yang Perlu Disiapkan Untuk Nonaktifkan BPJS Kesehatan

Berikut dokumen persyaratan yang perlu dibawa nantinya ke Kantor BPJS Kesehatan untuk prosedur penonaktifan.

1. Fotokopi surat keterangan kematian dari rumah sakit atau RW/RT setempat
2. Bukti Pembayaran Iuran Terakhir (Perlu diperhatikan, pastikan iuran bulan terakhir sebelum peserta meninggal dunia haruslah sudah lunas)

BACA JUGA :
Iuran Peserta BPJS Kembali ke Tarif yang Lama Per 1 Mei 2020
Kabar Baik! Kasus Baru Covid-19 di Indonesia Mengalami Penurunan Tajam

Selain dua persyaratan tersebut, dokumen lainnya yang sebaiknya juga perlu disiapkan yaitu :

1. Kartu Keanggotaan BPJS Kesehatan peserta yang meninggal dunia
2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
3. Kartu identitas peserta yang meninggal dunia

Sesudah menyerahkan dokumen-dokumen persyaratan dan pelengkap di atas, maka petugas di Kantor BPJS Kesehatan nantinya akan memperbarui data keanggotaan BPJS.

Pembaruan status kepesertaan BPJS seseorang yang telah meninggal dunia harus dilakukan dengan datang langsung ke kantor BPJS oleh keluarga, Tidak bisa diwakili oleh orang lain yang tidak ada hubungan keluarga, serta tidak bisa secara online.

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Blog Kalsel. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget