loading...
loading...

Masyarakat Harus Selektif dan Hindari Isu Provokasi Selama Masa Pandemi Covid-19

Masyarakat Harus Selektif dan Hindari Isu Provokasi Selama Masa Pandemi Covid-19



BlogKalsel.com - Di tengah kesulitan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19, masih saja ada pihak-pihak yang menyebarkan hoaks dan provokasi.

Hasutan, provokasi dan ajakan untuk mengerjakan anarki tentunya menjadi persoalan di tengah pandemi ini. Sebab itulah, masyarakat seharusnya didorong untuk cerdas mengenali isu dan tak gampang terprovokasi.

Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Dr. Mohammad Kemal Dermawan, M.Si memberi masukan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih informasi/isu yang ada dan menghindari info/isu yang berisi provokasi yang tentunya dapat merugikan bangsa ini di tengah pandemi Covid-19.


BACA JUGA :
Mulai hari ini, Penghapusan Denda Pajak Kendaraan di Kalsel
Iuran Peserta BPJS Kembali ke Tarif yang Lama Per 1 Mei 2020


“Masyarakat harus bisa memilih berita yang berasal dari sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, seperti berita himbauan dan sosialisasi kebijakan dari Pemerintah. Di lain pihak, Pemerintah bersama pihak terkait lainnya juga harus aktif melakukan himbauan kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan suatu informasi yang belum jelas kebenarannya dan senantiasa mengkonsumsi berita-berita atau informasi tandingannya,” ujar Dr. Mohammad Kemal Dermawan

Berdasarkan pendapat Dr. Kemal, status sosial masyarakat secara lazim juga sudah membedakan kecakapan warga masyarakat dalam menyeleksi konten informasi dan dalam memilih sumber informasi tersebut. Apalagi kemudian jikalau dihubungkan dengan nasib kehidupan mereka.


BACA JUGA :
Mendes PDTT : Syarat Utama Warga Berhak Terima BLT Dana Desa
Menteri Pertanian Pastikan Stok Beras Aman Walaupun di Tengah Pandemi Covid-19


“Contohnya, masyarakat dalam tingkat status sosial dan ekonomi yang rendah, ketika menerima informasi tentang kondisi ‘lock down’ dan lalu dikaitkan dengan ‘penghasilan’ mereka sehari-hari yang akan terdampak. Hal ini bisa membuat masyarakat menengah kebawah lebih mudah terprovokasi dengan berita-berita yang terkait akibat dampak ‘lock down’ tersebut karena itu menyangkut kehidupan mereka,” kata mantan Kepala Departemen Kriminologi UI tersebut.

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Blog Kalsel. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget