loading...
loading...

Bersatu Lawan Covid-19, Tingkatkan Disiplin Dan Selektif Selama Masa Pandemi

Bersatu Lawan Covid-19, Tingkatkan Disiplin Dan Selektif Selama Masa Pandemi. Memang, wabah Covid-19 ini mengkhawatirkan. Akan tetapi, bisa dilawan bila mengikuti apa yang menjadi petunjuk pemerintah.

Bersatu Lawan Covid-19, Tingkatkan Disiplin Dan Selektif Selama Masa Pandemi
Dok: Kominfo


Blogkalsel.com - Covid-19 telah dinyatakan sebagai pademi oleh World Health Organization (WHO). Karena, Covid-19 telah menjadi epidemi di seluruh planet ini, termasuk Indonesia.

Pemerintah sedang berupaya untuk meminta semua elemen masyarakat dan negara agar bergandengan tangan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi terjadi penularan Covid-19.

Presiden Joko Widodo telah mengambil keputusan hukum dengan mengeluarkan Keputusan Presiden No. 7 tahun 2020 yang berisi pembentukan Gugus Tugas untuk Percepatan Penanganan Covid-19.

Melalui Keputusan Presiden, pertama, pemerintah berupaya meningkatkan ketahanan kesehatan nasional.

Kedua, penanganan pandemi Covid 19 sering dilakukan secara integratif. Hal ini dikonfirmasi oleh Keputusan Presiden No. 9/2020 tentang Perubahan atas Keputusan Presiden No. 7/2020 tentang Gugu Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Dalam Keputusan Presiden No. 9/2020, keterlibatan Kementerian, Lembaga, Badan dan Pemerintah Daerah ditambahkan. Targetnya adalah agar setiap tingkat pemerintah bertindak dalam satu gugus tugas yang sinkron, fokus, dan terarah. Upaya tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani pandemi.

Ketiga, pemerintah berupaya memperluas antisipasi peningkatan transmisi Covid-19. Melalui kebijakan PSBB, pembatasan sosial diperlukan untuk mengganggu rantai penularan Covid-19.

Pemerintah mengambil langkah luar biasa untuk menstabilkan sistem dan ekonomi rakyat, memastikan kesehatan masyarakat dan stabilitas sistem ekonomi negara. Dalam tahun anggaran 2020, pemerintah telah menyediakan lebih lanjut mmenambahkan anggaran (APBN) untuk menangani Covid 19 dalam jumlah Rp 405,1 Triliun. Anggaran besar itu sepenuhnya berorientasi pada penanganan, pencegahan, dan implikasi atas penanganan dan pencegahan Covid-19.

Dari anggaran Rp405,1 Triliun itu, sebesar Rp70 triliun digunakan untuk pembelian alat-alat kesehatan yang berhubungan langsung dengan penanganan dan pencegahan Covid 19. Sebesar Rp 110 Triliun dipakai untuk perlindungan jaminan sosial, sembako murah, kartu prakerja dan subsidi kebutuhan sosial. Sebesar Rp 70 Triliun dipakai untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR (Kredit Usaha Rakyat). Sedangkan sebesar Rp 150 Triliun dipakai untuk pemulihan ekonomi nasional.

Dalam situasi pandemi saat ini, kekuatan kita untuk memutus rantai penularan Covid 19 adalah kesadaran bersama dan tindakan disiplin. Banyak tindakan kecil yang bermakna, dengan menjaga jarak, tidak berkeliaran tanpa arah, menghindari pertemuan dengan sejumlah besar individu, rajin mencuci tangan, mengenakan masker dan memahami risiko penularan Covid-19.

Selektif Selama Masa Pandemi

Di tengah kesulitan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19, masih saja ada pihak-pihak yang menyebarkan hoaks dan provokasi.

Hasutan, provokasi dan ajakan untuk mengerjakan anarki tentunya menjadi persoalan di tengah pandemi ini. Sebab itulah, masyarakat seharusnya didorong untuk cerdas mengenali isu dan tak gampang terprovokasi.

Kita harus bisa memilih berita yang berasal dari sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, seperti berita himbauan dan sosialisasi kebijakan dari Pemerintah. Di lain pihak, Pemerintah bersama pihak terkait lainnya juga harus aktif melakukan himbauan kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan suatu informasi yang belum jelas kebenarannya dan senantiasa mengkonsumsi berita-berita atau informasi tandingannya

Memang, wabah Covid-19 ini mengkhawatirkan. Akan tetapi, bisa dilawan bila mengikuti apa yang menjadi petunjuk pemerintah. Misalnya, hindari kerumunan, pakai masker, rajin mencuci tangan dan upaya-upaya lainnya.

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Blog Kalsel. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget