loading...
loading...

Berbagai Jenis Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan sering diobati dengan menggunakan metode dan teknik khusus yang dirancang untuk menargetkan gejala dan mengembangkan mekanisme kopi



Blogkalsel.com - Kecemasan adalah kejadian umum ketika seseorang menghadapi situasi yang berpotensi bermasalah atau berbahaya. Itu juga dirasakan ketika seseorang merasakan ancaman eksternal. Namun, kecemasan kronis dan irasional dapat menyebabkan bentuk gangguan kecemasan. Ada berbagai jenis gangguan kecemasan tergantung pada penyebab atau pemicunya. Bentuk umum dari gangguan kecemasan yaitu diantaranya :

Gangguan kecemasan umum

Seseorang yang memiliki gangguan kecemasan jenis ini biasanya mengalami kecemasan berkepanjangan yang seringkali tanpa dasar. Lebih tepatnya, orang dengan gangguan kecemasan umum tidak dapat mengartikulasikan alasan di balik kecemasan mereka. Jenis kecemasan ini biasanya berlangsung selama enam bulan dan sering memengaruhi wanita. Karena kegigihan yang terus menerus, orang-orang yang terkena gangguan kecemasan umum terus-menerus resah dan khawatir. Ini menyebabkan jantung berdebar, susah tidur, sakit kepala, dan pusing.

Fobia spesifik

Tidak seperti seseorang dengan gangguan kecemasan umum, seseorang yang memiliki fobia spesifik mengalami ketakutan ekstrem dan seringkali tidak rasional terhadap situasi atau objek tertentu. Ketika terpapar pada objek atau situasi yang mereka takuti, orang dengan fobia spesifik menunjukkan tanda-tanda ketakutan yang intens seperti gemetar, sesak napas, jantung berdebar, dan mual. Fobia spesifik yang umum termasuk takut ketinggian, ruang tertutup, darah, dan hewan. Ketakutan yang dirasakan seseorang dengan fobia bisa sangat ekstrem sehingga ia mungkin mengabaikan keselamatan hanya untuk melarikan diri dari situasi tersebut.

Gangguan panik

Juga dikenal sebagai Agoraphobia, gangguan panik ditandai dengan serangan panik berulang yang sering tak terduga. Gejalanya biasanya gemetar, nyeri dada, pusing, takut kehilangan kendali, dan keengganan sendirian. Orang dengan gangguan panik sadar bahwa kepanikan mereka biasanya tidak berdasar dan tidak masuk akal. Inilah sebabnya mereka menghindari situasi publik dan sendirian. Serangan panik bisa sangat parah sehingga orang bisa kehilangan kendali dan melukai diri sendiri.

Fobia sosial

Atau disebut kecemasan sosial, seseorang dengan fobia sosial dapat menunjukkan gejala yang sama seperti gangguan panik terutama dalam situasi sosial. Gemetar, pusing, sesak napas, dan jantung berdebar dapat terjadi ketika seseorang dengan fobia sosial menemukan dirinya sendiri di pusat perhatian atau di perusahaan banyak orang, terlepas dari apakah mereka orang asing atau tidak.

Gangguan obsesif kompulsif

Orang dengan gangguan obsesif-kompulsif mengalami kecemasan yang disebabkan oleh obsesi atau ide yang terus-menerus. Mereka cenderung menghindari mengalami kecemasan dengan melakukan tindakan atau perilaku berulang yang mencegah kecemasan. Misalnya, seseorang yang terobsesi dengan kebersihan dapat mengalami kecemasan hanya dengan melihat vas yang diletakkan agak di luar pusat. Untuk mencegah kecemasan, ia akan membersihkan dan mengatur semuanya secara kompulsif atau tanpa alasan.

PTSD

Gangguan stres pasca-trauma dapat terjadi setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis yang parah. Dia mungkin menghidupkan kembali pengalaman dalam pikirannya yang menyebabkan stres dan kecemasan. Jika seseorang dengan PTSD bersentuhan dengan rangsangan (objek, orang, atau situasi) apa pun yang ia asosiasikan dengan peristiwa traumatis, ia dapat benar-benar mengalami kembali peristiwa tersebut dengan menangis tanpa terkendali, panik, atau kehilangan kendali. Gejala yang lebih subtil mencakup insomnia dan perilaku menghindar. PTSD dapat memanifestasikan dirinya segera setelah peristiwa traumatis atau bahkan bertahun-tahun setelahnya.

Menentukan jenis gangguan kecemasan yang dimiliki seseorang sangat penting untuk mencari pengobatan dan pemulihan. Teknik dan metode yang digunakan untuk membantu seseorang mengatasi kecemasan tertentu biasanya menargetkan tidak hanya pengelolaan gejala tetapi mekanisme koping saat terpapar pemicu. Hanya setelah diagnosis menyeluruh, perawatan dan pemulihan untuk gangguan kecemasan dapat dimulai

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Blog Kalsel. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget