loading...
loading...

Menteri Pertanian Pastikan Stok Beras Aman Walaupun di Tengah Pandemi Covid-19

Menteri Pertanian Pastikan Stok Beras Aman Walaupun di Tengah Pandemi Covid-19



BlogKalsel.com - Menteri Pertanian RI (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa stok beras aman selama pandemi COVID-19, dengan cadangan yang cukup tersedia untuk beberapa bulan berikutnya.

Mentan mengatakan bahwa penanganan virus Covid-19 harus bertepatan dengan persiapan untuk ketahanan pangan agar 267 juta orang Indonesia dapat terjamin ketersediaan makanan.

"Dari neraca pangan nasional kita, sebenarnya kita punya neraca cukup bagus terkendali baik, cukup tersedia," kata Mentan.

Dia mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian menjamin solusi pangan masyarakat agar stok pangan tersedia untuk 267 juta penduduk Indonesia.

Saat ini, neraca makanan nasional memiliki surplus cadangan beras sekitar 3,5 juta ton cadangan beras. Sementara pada Februari hingga Mei sawah mampu menghasilkan 12,4 juta ton beras.

Jika ditambahkan stok di Badan Logistik (Bulog) dan di penggilingan, akan ada stok lengkap 15 juta ton banyak beras.


BACA JUGA :
1.107 Pasien Sembuh, 743 Meninggal, dari 8.882 Pasien Positif Covid-19 per 26 April
Sayangi Keluarga, Tidak Mudik di Tengah Pandemi Corona Dinilai Implementasi Ajaran Islam


"Kebutuhan kita dari Februari ke Mei untuk kita makan 7,6 juta ton lebih kalau begitu dari stok yang ada ditambah dengan produksi yang ada maka masih tersedia 8 juta," kata Mentan.

Sementara itu, jika menggunakan skenario moderat dengan 3,5 juta ton stok beras dan 11 juta ton produksi dan konsumsi pangan pada Februari-Mei 7,9 juta ton, 7 juta ton stok pangan akan tetap ada hingga puncak Mei.

Dengan skenario pesimis, stok 3,5 juta ton beras dan produksi mencapai 11,2 juta ton dan oleh karena itu kebutuhan pangan pada Februari-Mei mencapai 8,3 juta ton, masih ada 6 juta ton beras yang tersisa di puncak Mei 2020 .

"Kalau begitu bulan puasa dan Idul Fitri semua dalam kendali yang cukup aman. Data ini kami sudah validasi sampai ke daerah-daerah," katanya.

Kementerian Pertanian juga telah memantau dengan mengadakan konferensi video dengan 400 kepala daerah di Kabupaten Kota untuk memastikan pasokan beras hingga puncak Mei 2020.

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Blog Kalsel. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget