loading...
loading...

Karyawan yang di PHK dan dirumahkan Akibat Pandemi Corona akan Peroleh Pelatihan dengan Kartu Pra Kerja

Karyawan yang di PHK dan dirumahkan Akibat Pandemi Corona akan Peroleh Pelatihan dengan Kartu Pra Kerja



BlogKalsel.com - Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker RI) Ida Fauziyah meminta seluruh Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) agar mendata pekerja yang layak memperoleh kartu Pra Kerja. Khususnya untuk para pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi Corona.


Menaker RI Ida Fauziyah mengatakan "Kami harap para Kadisnaker segera mengumpulkan dan melaporkan data pekerja ter-PHK dan dirumahkan, baik pekerja formal dan informal serta UMKM terdampak COVID-19 untuk mendapatkan Kartu Prakerja".

Dalam rapat koordinasi tentang Kartu Prakerja via teleconference itu, Menaker meminta para kadisnaker untuk melaporkan data lengkap. Pendataan diharapkan agar dilaporkan secara lengkap oleh Kadisnaker dan agar dapat segera dilakukan pada pekan ini agar proses pelatihan berupa program tersebut bisa segera direalisasikan untuk pekerja yang terkena PHK.

Akan tetapi, peserta yang didaftarkan juga harus memenuhi syarat yang ada, yaitu dengan syarat usia di atas 18 tahun dan harus dibuktikan dengan bukti berupa pekerja yang terkena PHK dan atau dirumahkan oleh perusahaan.

"Jika tak memenuhi syarat akan langsung didiskualifikasi. Misalnya peserta di bawah 18 tahun atau sedang sekolah atau peserta sudah memperoleh bantuan program PHK," kata Menaker.

Kartu Prakerja mengalami perubahan skema untuk menanggapi dampak pandemi Corona kepada angkatan kerja Indonesia. Awalnya program tersebut ditujukan untuk pencari kerja mendapatkan layanan pelatihan vokasi baik skilling atau re-skilling.

Tapi, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Pemerintah akhirnya mengubah kebijakan dan menggunakan Kartu Pra Kerja untuk mewadahi para karyawan yang terkena PHK atau dirumahkan, para pekerja harian yang kehilangan penghasilan dan pengusaha mikro yang kehilangan omset sebagai akibat pandemi Corona.

Penerima program itu, kata Menaker RI Ida Fauziyah, akan dapat mengikuti pelatihan yang disyaratkan industri yang ada dalam layanan Sistem Informasi Ketenagakerjaan (SISNAKER) dengan pilihan jenis pelatihan dan lembaga pelatihan, baik Balai Latihan Kerja (BLK) Pemerintah maupun LPK Swasta.

Pelatihan tersebut akan diselenggarakan secara online dan offline, peserta program nantinya akan mendapatkan sertifikat pelatihan dari lembaga yang diikuti nantinya.

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Blog Kalsel. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget