loading...
loading...

Bersama Lawan Corona, Jaga Kesehatan dan Selalu Ikuti Anjuran Pencegahan Terserang Penyakit

Bersama Lawan Corona, Jaga Kesehatan dan Selalu Ikuti Anjuran Pencegahan Terserang Penyakit




BlogKalsel.com - Pandemi virus Corona Covid-19 berdampak besar terhadap berbagai negara di dunia. Semua sektor kehidupan merasakannya, mulai dari perekonomian, pemerintahan, dan lain sebagainya.
Belum lagi kerugian masif dari sektor ekonomi. Pariwisata lesu, sektor UKM juga terdampak hebat. 

Apalagi, keluarga pasien yang harus kehilangan anggota keluarga tercinta setelah dinyatakan positif COVID-19. Tak ada yang bisa menggantikan kehilangan itu.
Tak ada yang tahu pasti, kapan pandemi virus Corona ini berakhir. Situasi ini sangat rentan mengganggu kondisi kesehatan mental seseorang.
Gangguan kesehatan mental yang bisa dialami, seperti gelisah, cemas, khawatir, ketakutan, stres, hingga memicu depresi.

Semua rentang usia bisa terkena gangguan kesehatan mental tersebut. Anak, misalnya, bisa merasakan stres lantaran merasakan perubahan mendadak dalam kesehariannya. Ia merasakan kehilangan kehidupan "normal".

Seperti diketahui, dalam upaya meredam penyebaran penularan virus Corona, pemerintah di semua negara, termasuk Indonesia, menerapkan kebijakan karantina mandiri. 
Jadi, sebisa mungkin, semua aktivitas untuk sementara dilakukan di dalam rumah. Mulai bekerja, belajar, dan beribadah. Warga hanya diminta keluar rumah hanya untuk keperluan mendesak saja.

Di sisi lain, ada beberapa petunjuk praktis, bagaimana Anda bisa terhindar dari kegelisahan tersebut.

1. Mencari Tahu Fakta Tentang Covid-19
Mencari tahu tentang apa itu dan asal-usul COVID-19 akan cukup menghilangkan rasa cemas dan kegelisahan terhadap virus ini. Selain itu, mengetahui bagaimana cara menangani pasien dan bagaimana cara agar tak tertular dari virus ini, juga akan membuat Anda menjadi lebih tenang.
Melansir dari Business Insider, menurut psikolog Baruch Fischhoff, seorang profesor di Universitas Carnegie Mellon, wajar untuk takut dan cemas terhadap penyakit atau flu yang belum kita ketahui asal-usul dan cara penanganannya.
Fischoff menambahkan, sangat penting bagi kita untuk memilah media yang kita baca agar tak terserang coronaphobia.

2. Fokus Terhadap Sesuatu yang Dapat Kita Kendalikan
Saat ini mungkin menjadi masa sulit bagi sebagian besar orang. Ada banyak hal di luar sana yang tidak dapat kita kendalikan, termasuk berapa lama pandemi virus corona ini akan berlangsung dan apa yang akan terjadi pada kemudian hari.
Hal tersebut menjadi sangat sulit diterima, dan membuat kita terus mencari jawabannya dari manapun. 
Rasa penasaran yang terus menghantui terkadang akan membuat kita melakukan tindakan yang kita tidak tahu kebenarannya. 
Tetapi, selama kita selalu fokus terhadap sesuatu yang tidak dapat kita kendalikan, maka kecemasan akan terus menghantui hingga kapanpun.
Ketika Anda merasa ketakutan terhadap sesuatu di luar sana, cobalah alihkan fokus Anda kepada hal yang dapat dikendalikan. Seperti contohnya Anda tidak dapat mengendalikan penyebaran virus corona yang terjadi di kota Anda, fokuslah kepada sesuatu yang dapat Anda kendalikan, seperti bagaimana cara agar tidak tertular virus corona.
Beberapa hal yang dapat Anda lakukan, seperti menjaga kesehatan tubuh, mencuci tangan dengan sabun, menghindari menyentuh wajah, menghindari kerumunan, dan menghindari belanja barang yang tidak penting.  

3. Menjaga Hubungan dengan Teman dan Keluarga
Karantina mandiri dan physical distancing (menjaga jarak) mungkin menjadi satu di antara penyebab kecemasan yang timbul pada diri kita. Kesepian akibat isolasi juga dapat memperparah kecamasan yang sedang kita alami.
Menjaga hubungan agar tetap terjalin juga menjadi kunci yang dapat kita lakukan untuk menghindari kecemasan yang diakibatkan COVID-19.
Saling mendukung dan menenangkan satu sama lain dapat kita lakukan dengan tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga dan teman.
Terkadang, kecemasan yang datang pada diri kita hanya perlu sentuhan atau pelukan hangat dari keluarga untuk menghilangkannya.
Namun, kewaspadaan harus tetap kita kedepankan agar tidak tertular virus corona. Menjalin komunikasi melalu gawai mungkin menjadi cara agar kita tetap memiliki hubungan dan komunikasi yang baik dengan kerabat dekat, walau tidak dapat bertemu langsung.

Baca Juga :


4. Selektif dalam Mengonsumsi Informasi
Media terkadang menjadi hal yang dapat membuat kecemasan Anda makin menjadi-jadi, karena tidak sedikit media yang memberitakan berlebihan tentang virus corona.
Maka, pilihlah media yang menurut Anda dapat dipercaya, atau bahkan kurangilah membaca atau melihat media dan fokus terhadap kesehatan diri Anda.

Arahan Presiden untuk Bendung Penyebaran Covid-19
Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah arahan dalam rangka membendung penyebaran Covid-19. Pengujian sampel secara masif hingga stimulus ekonomi yang harus tepat sasaran menjadi bagian dari arahan terkini Presiden saat memimpin sidang kabinet paripurna yang digelar melalui telekonferensi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 14 April 2020.
Dalam arahannya, Kepala Negara meminta Ketua Gugus Tugas dan Menteri Kesehatan untuk memberikan perhatian terhadap pengujian sampel secara masif dan isolasi yang ketat terhadap orang dalam pemantauan serta pasien dalam pengawasan.
“Pengujian sampel secara masif harus ditingkatkan dengan pelacakan yang agresif serta diikuti isolasi yang ketat,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden telah menginstruksikan dilakukannya percepatan pemeriksaan sampel melalui tes PCR (polymerase chain reaction) dengan cara memperluas jangkauannya melalui penambahan lokasi atau lab pengujian. Ia mengharapkan agar paling tidak dalam satu hari dapat dilakukan pemeriksaan dengan jumlah di atas 10.000 tes.
Kemudian, Presiden juga menaruh perhatian besar terhadap perlindungan bagi para tenaga medis agar mengurangi risiko mereka tertular virus korona. Untuk itu, Kepala Negara meminta pemanfaatan teknologi informasi berupa aplikasi kesehatan atau telemedicine sehingga tak semua orang perlu mendatangi rumah sakit, cukup terlebih dahulu berkonsultasi awal melalui aplikasi.
Untuk diketahui, pemerintah juga sudah bekerja sama dengan berbagai penyedia layanan aplikasi kesehatan untuk menangani pandemi Covid-19 ini.
“Orang tidak perlu bertemu dengan dokter, tidak perlu ke rumah sakit, tapi bisa konsultasi kesehatan (awal) lewat telemedicine,” tuturnya.
Lebih jauh, penjelasan-penjelasan serta komunikasi yang efektif dan transparan kepada publik mengenai penanganan Covid-19 di Indonesia juga harus diperhatikan. Keterbukaan dan informasi mendetail yang mudah dipahami masyarakat diharapkan dapat memberikan ketenangan, optimisme, dan dukungan dari masyarakat.
Presiden Joko Widodo juga meminta aparat untuk tegas melakukan penegakan hukum di tengah pandemi ini. Saat ini, dibutuhkan dukungan masyarakat yang salah satunya berupa kedisiplinan untuk dapat menjalankan kebijakan yang telah diambil pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19.
“Ini juga penting dilakukan sehingga betul-betul masyarakat kita memiliki kedisiplinan yang kuat untuk menghadapi ini,” kata Presiden.
Selain itu, Presiden kembali mengingatkan agar distribusi logistik yang dibutuhkan masyarakat selama kebijakan tanggap darurat juga jangan sampai terganggu. Sebelumnya diketahui bahwa distribusi logistik ke sejumlah daerah sempat terhambat oleh karena penutupan akses di sejumlah wilayah.
“Saya titip betul, meskipun ini sudah saya sampaikan berkali-kali, arus logistik jangan sampai terganggu baik dari pusat ke daerah maupun dari gudang-gudang logistik ke daerah-daerah,” ujarnya.
Terakhir, Kepala Negara ingin memastikan bahwa kebijakan stimulus ekonomi yang diberikan kepada pelaku UMKM dan para pekerja informal yang terdampak Covid-19 harus dapat diimplementasikan secara tepat sasaran.

Disiplin Jaga Jarak Aman atau Physical Distancing.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, penambahan kasus positif Covid-19 merupakan gambaran nyata penyebaran virus corona masih terjadi di tengah masyarakat. Menurut Yuri, masyarakat masih belum disiplin untuk menjaga jarak aman dan menggunakan masker di luar rumah.
Yuri juga mengingatkan, ancaman penyakit lain seperti demam berdarah. Oleh karenanya, ia meminta, masyarakat tetap di rumah untuk menjaga kesehatan dengan makan makanan yang bergizi, olah raga secara teratur, menjaga jarak aman, menggunakan masker dan tidak panik. "Jangan menyentuh mata hidung mulut sebelum mencuci tangan, cuci tanganlah pakai sabun dengan air yang mengalir sampai bersih, mari kita bergotong royong bersatu melawan Covid-19 dari pusat sampai ke desa-desa dan sampai ke RT RW," ujarnya.

Gunakan Masker Kain, Masker medis untuk yang sakit dan tenaga kesehatan
Semua warga negara Indonesia diwajibkan pakai masker saat keluar rumah untuk mencegah penularan virus corona. Masker itu dipakai saat keluar rumah.
Hal itu diumumkan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto.
"Mulai hari ini, sesuai rekomendasi dari WHO, kita jalankan 'masker untuk semua'. Semua harus memakai masker ketika berkegiatan di luar," kata Yuri dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Minggu (5/4/2020).
Lebih lanjut, meminta masyarakat untuk menggunakan masker kain yang dapat dicuci dan digunakan berkali-kali, alih-alih menggunakan masker bedah dan N-95 yang sekali pakai dan ditujukan untuk petugas medis.
Yuri meminta masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan jaga jarak sosial (physical social distancing), dan menjaga kebersihan tubuh.

Yakin bahwa kita bisa mengendalikan, memberantas penyakit ini, dan bersama-sama menyelesaikan permasalahan COVID-19
Jaga diri, jaga Keluarga, Jaga Indonesia.

Label:

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Blog Kalsel. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget