loading...
loading...

SIKAP MUSLIM TERHADAP BERITA HOAX : VIRUS CORONA

SIKAP MUSLIM TERHADAP BERITA HOAX : VIRUS CORONA




BlogKalsel.com - Medsos di zaman sekarang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Namun sayangnya, banyak sekali medsos sekarang ini berisi sampah berupa berita-berita hoax yang tidak jelas sumbernya sehingga menimbulkan kekacauan dan kegaduhan.

Oleh karenanya, kita harus cerdas menyikapi hal ini agar tidak menjadi korban hoax.

Islam mengajarkan kepada kita agar selektif dalam menyikapi berita, sebab tidak semua berita yang diterima mesti benar adanya sesuai dengan fakta, lebih-lebih pada zaman sekarang di mana kejujuran sangat mahal harganya.

Ibnu Baadis mengatakan, “Tidak semua yang kita dengar dan kita lihat harus diyakini oleh hati-hati kita, namun hendaknya kita mengeceknya dan memikirkannya secara matang. Jika memang terbukti dengan bukti nyata maka kita mempercayainya, namun jika tidak maka kita meninggalkannya.” (Ushul Hidayah hln. 97)

Dalam al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan sebuah prinsip dasar dalam menyikapi sebuah isu yang beredar dalam firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti.” (QS Al-Hujurat [49]: 6)

Asy-Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahhab berkata, “Ketahuilah dan renungkanlah ayat ini baik-baik.” (Ad Durar Saniyyah 1/35)

Di dalam ayat ini terdapat pelajaran berharga bagi setiap mukmin yang perhatian terhadap agama dalam berinteraksi dengan saudaranya seiman, hendaknya selektif terhadap hembusan isu yang bertujuan untuk meretakkan barisan, memperuncing api permusuhan, dan memperlebar sayap perpecahan.

Lebih-lebih lagi jika hal itu menyangkut kehormatan negara, pemerintah, atau ulama maka sikap selektif harus lebih ditingkatkan.

Alangkah bagusnya apa yang dikatakan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar, “Diharuskan bagi seorang yang ingin menilai suatu ucapan, perbuatan, atau golongan untuk berhati-hati dalam menukil dan tidak memastikan kecuali benar-benar terbukti. Tidak boleh mencukupkan diri hanya pada isu yang beredar, apalagi jika hal itu menjurus kepada celaan kepada seorang ulama.” (Dzail Tibril Masbuk hlm. 4 karya As Sakhowi)





Berita Palsu soal Virus Corona
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga untuk bijak dalam mengakses informasi terkait isu wabah Covid-19 (Corona) melalui media sosial. Sejak 23 Januari 2020 lalu terdapat 138 berita hoaks terkait dengan Corona yang tersebar di media sosial. 
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membagikan daftar berita hoaks yang dirangkum hingga Sabtu (29/2/2020).
“Ada 280 jamaah dari Palembang dan Makassar di sini, semua pada nangis 18 jamaah Indonesia dinyatakan positif terinfeksi virus corona, sekarang mereka semua 1 pesawat tidak diijinkan masuk Saudi harus dibawa pulang ke Indonesia,” jelas Kominfo seperti ditulis pada akun media sosial resminya.
Dikutip dari laporan yang membuat berita media sosial itu, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Achmad Yurianto mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Berita hoaks lebih berbahaya daripada penyebaran wabah virus yang sebenarnya. Melalui media sosial, pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menyebarkan ketakutan dan kekhawatiran secara luas kepada publik.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menilai ancaman di tengah mewabahnya virus Corona atau COVID-19 tidak hanya virus itu sendiri. Hadi menganggap ancaman terberat yang juga timbul di tengah penyebaran virus Corona yakni hoax terkait virus tersebut.
Panglima TNI mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dalam menghadapi wabah virus yang sedang menyebar di berbagai negara itu. Meski penyebaran COVID-19 cepat, dia memastikan semuanya dapat diantisipasi. Tidak perlu takut untuk menghadapi COVID-19 ini, tapi kita harus mengikuti koridor yang sudah ditentukan oleh WHO melalui Pemerintah.
Ancaman yang terberat dari COVID-19 ini adalah hoax, stigma, berita-berita yang tidak jelas inilah yang harus kita luruskan kepada masyarakat Indonesia. Sehubungan hal ini, masyarakat diimbau untuk tidak terpancing dengan berita hoaks dan tidak juga mem-posting ataupun meneruskan berita hoaks melalui media apa pun kepada publik.

Bersikaplah Tenang Dan Hati-Hati

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda tentang Al Asyaj ‘Abdul Qais:

sesungguhnya pada dirimu ada 2 hal yang dicintai Allah: sifat al hilm dan al aanah” (HR. Muslim no. 17).

Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

“berhati-hati itu dari Allah, tergesa-gesa itu dari setan” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubra [20270], dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 1795).

Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

“Sikap yang baik, berhati-hati dalam bersikap, dan sederhana adalah bagian dari 24 sifat kenabian” (HR. At Tirmidzi no. 2010, ia berkata: “hadits hasan gharib”, dihasan Al Albani dalam Sunan At Tirmidzi).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan:

“Al Hilm adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan dirinya ketika marah. Ketika ia marah dan ia mampu memberikan hukuman, ia bersikap hilm dan tidak jadi memberikan hukuman.

Al Aanah adalah berhati-hati dalam bertindak dan tidak tergesa-gesa, serta tidak mengambil kesimpulan dari sekedar yang nampak sekilas saja, lalu serta-merta menghukuminya, padahal yang benar hendaknya ia berhati-hati dan menelitinya.

Adapun Ar Rifq, adalah bermuamalah dengan orang lain dengan lembut dan berusaha memberi kemudahan. Bahkan ketika orang tersebut layak mendapatkan hukuman, tetap disikapi lembut dan diberi kemudahan” (Syarah Riyadhus Shalihin, 3/573).

Maka bertaqwalah kepada Allah, jangan sembarang melontarkan suatu perkara ke tengah kaum Mu’minin yang membuat mereka resah, takut dan sedih. Jangan tiru perbuatan kaum munafik. Bersikap tenang dan penuh kehatian-hatian dalam menyebarkan berita. Konsultasikanlah dengan orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang paham duduk permasalahannya. Minta pendapat mereka mengenai bagaimana sikap dan solusi yang benar.


Langkah – Langkah dalam mencegah Penyebaran Virus Corona

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) menjelaskan langkah-langkah yang dapat dilakukan jika merasa sakit dan curiga dengan gejala Covid-19:

1. Tinggal di rumah dan membatasi kegiatan di luar rumah, serta mengurangi penggunaan transportasi umum maupun fasilitas publik.
2. Memisahkan diri dari orang lain atau hewan.
3. Mengunjungi layanan kesehatan ataupun konsultasi dengan dokter melalui media komunikasi terkait gejala virus corona.
4. Menggunakan masker bagi yang sakit, atau mengupayakan pencegahan penyebaran virus dengan menggunakan masker dilingkungan rumah.
5. Menutupi mulut saat batuk dan bersin
6. Menghindari penggunaan alat-alat pribadi bersama
7. Sering mencuci tangan dengan benar sesuai panduan dokter atau dinas kesehatan.
8. Membersihkan permukaan benda yang sering disentuh seperti meja, gagang pintu, perlengkapan kamar mandi, toilet, telepon, keyboard, tablet, hingga tempat tidur. Selain itu, bersihkan pula semua permukaan yang mungkin tersentuh darah, feses, atau cairan tubuh..

9. Memperhatikan gejala yang muncul dan kemudian mencari pertolongan medis sebelum penyakit memburuk. Sebelum mencari layanan tersebut, jangan lupa untuk menghubungi terlebih dahulu dan menceritakan apa yang dialami untuk segera dievaluasi.  Gunakan masker sebelum menuju layanan kesehatan.

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Blog Kalsel. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget